Doa di antara Dua Sujud

Acrylic on canvas, 50x50cm, 2026

Ulasan Lukisan Doa di antara Dua Sujud

Lukisan bertajuk “Doa di antara Dua Sujud” karya Kang Tri Hadian ini mengadopsi pendekatan komposisi sirkular-sentripetal yang memusat, di mana ruang visual diorganisasi layaknya pusaran energi kosmis di atas bidang kanvas bujur sangkar. Titik fokus utama (focal point) terletak di area tengah-bawah yang ditandai oleh inti warna merah-oranye menyala, dikelilingi oleh sebaran inskripsi kaligrafi Arab penggalan doa duduk di antara dua sujud (Rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, wahdini, wa’afini, wa’fu ‘anni) yang mengorbit secara dinamis mengitari pusaran tersebut. Pemanfaatan ruang positif dan negatif melebur secara organis; dominasi warna dasar hitam pekat dan abu-abu gelap bertindak sebagai ruang hampa atau kedalaman malam yang pekat, yang kemudian dipecahkan oleh letupan ritmis warna-warna primer dan sekunder seperti kuning lemon, merah padam, jingga, serta selingan biru kobalt dan hijau zamrud. Nilai pencahayaan (value) diolah secara non-akademis dan simbolik, di mana cahaya tampak berpendar dari dalam (internal illumination) melalui kontras tajam antara inskripsi putih keperakan serta pendaran warna hangat melawan latar yang gulita, menciptakan ilusi ruang transendental yang tak bertepi tanpa membutuhkan hukum perspektif linier.

Penguasaan teknis (craftsmanship) seniman terpancar nyata melalui perpaduan kaligrafi gestural yang spontan dengan teknik impasto tebal yang kaya akan tekstur taktil. Kang Tri Hadian mendayagunakan pisau palet dan sapuan kuas bervolume untuk membangun relief cat timbul yang kasar dan berdenyut, memberikan efek pergerakan kinetik layaknya pusaran galaksi atau embusan angin spiritual (dhikr whirl). Torehan aksara Arab tidak dieksekusi secara kaku mengikuti kaidah khat klasik murni, melainkan ditarik secara bebas dan lugas (painterly quality) di atas lapisan cat yang masih basah (wet-on-wet), memperlihatkan kontrol medium yang sangat terlatih dalam menjaga ketajaman bentuk huruf tanpa kehilangan spontanitasnya. Ketahanan material dan daya lekat pigmen tampak sangat stabil di seluruh permukaan kanvas, membuktikan preparasi dasar (gesso) yang solid sehingga mampu menopang ketebalan pasta cat serta mencegah risiko retak dini (craquelure) di masa depan.

Secara konseptual dan emosional, karya ini memvisualisasikan salah satu momen paling intim dalam ibadah salat, yakni posisi duduk di antara dua sujud sebagai ruang jeda, permohonan ampunan, serta ketundukan total seorang hamba kepada Sang Pencipta. Kata-kata doa yang berputar di sekitar inti cahaya merah-oranye menjadi representasi metaforis dari getaran jiwa, di mana doa-doa yang terucap bergetar dan melayang menembus kegelapan alam materi menuju hadirat Ilahi. Resonansi emosional yang dihadirkan adalah percampuran antara kekhusyukan yang mendalam, getaran mistik, dan kehangatan spiritual di tengah kesenyapan batin. Pendekatan ini menegaskan eksplorasi gaya Neo-Ekspresionisme Sufistik Kang Tri Hadian, yang mengutamakan intensitas rasa, daya ungkap material, serta pembebasan bentuk sakral dari batasan dekoratif konvensional.

Ditinjau dari konteks kuratorial dan pasar seni, lukisan ini memegang signifikansi penting dalam diskursus seni rupa Islam kontemporer Indonesia karena berhasil menyajikan tema religius melalui bahasa visual modern yang ekspresif dan berani. Kaligrafi ekspresionistik yang berakar pada laku spiritualitas personal memiliki daya tarik tersendiri bagi kurator maupun kolektor seni yang mencari kedalaman wacana batiniah serta orisinalitas olah rupa. Secara komersial, karya ini sangat adaptif baik untuk ruang publik galeri maupun ruang privat yang menghendaki atmosfer kontemplatif yang kuat. Didukung oleh kondisi konservasi fisik yang prima (mint condition) dan keutuhan tekstur mediumnya, lukisan ini tidak hanya memiliki legitimasi estetis yang kuat, melainkan juga menyimpan potensi apresiasi nilai yang kokoh dalam portofolio investasi seni rupa jangka panjang.


Galeri Rumah Bambu Pinang Ranti
Muhammad Afdhal Madah

Next Project

Back To Top
Theme Mode