Kota Jagad Nata

Acrylic on canvas, any sizes, 2026

Ulasan Lukisan

Lukisan ini memancarkan kekuatan visual melalui komposisi asimetris dinamis berkarakter semi-abstrak dan kubistis urban, di mana susunan blok-blok massa bangunan serta figur stilasi memadati bidang kanvas secara terstruktur. Dominasi ruang positif lewat ritme arsitektural diimbangi ruang negatif pada latar atas yang memberi nafas atmosferik serta batas horizon imajiner, sehingga keseimbangan tercapai dari pertemuan bidang-bidang tegas dan garis kontur spontan. Harmoni warnanya memadukan palet tanah, oker, siena, dan abu-abu metropolitan dengan aksen kontras warna primer seperti merah, kuning, serta biru kobalt yang terarah sebagai titik fokus, memancarkan dinamika urban sekaligus kehangatan spiritual Timur. Tanpa terpaku pada pencahayaan akademis searah, efek kedalaman spasial dan volume modular dihadirkan melalui chiaroscuro ekspresif serta pertemuan multi-sudut pandang simultan, mengubah ruang tiga dimensi menjadi ritme dua dimensi yang berdaya ungkap tinggi.

Dari segi keterampilan teknis, Kang Tri Hadian mendemonstrasikan kelugasan sapuan kuas berenergi kinetik yang mengombinasikan ketebalan tekstur pisau palet (impasto) dengan kehalusan transisi warna bertingkat. Fleksibilitas medium akrilik dikuasai secara presisi melalui adaptasi waktu kering yang cepat, teknik wet-on-wet untuk gradasi spontan, serta sapuan kuas kering (dry brush) yang menghadirkan efek patina menyerupai dinding kota yang tergerus waktu. Ketangguhan teknis ini ditopang oleh material kanvas bertegangan rapat pada rangka spanram yang kokoh serta preparasi lapisan dasar gesso yang stabil, menjamin pigmen warna terikat kuat tanpa risiko retak atau mengelupas.

Secara tematis, tajuk “Kota Jagad Nata” mengangkat konsep orisinal yang memandang lanskap urban bukan semata rimba beton mekanistik, melainkan sebuah makrokosmos tatanan kosmis yang menampung takdir, spiritualitas, dan dinamika peradaban manusia. Distorsi bentuk pilar, atap, serta kubah kota berfungsi sebagai metafora hierarki sosial dan pencarian transendensi, menyiratkan bahwa di balik ketidakteraturan ritme metropolitan sesungguhnya terdapat tatanan agung yang memayunginya. Kontras antara kepadatan figuratif dan kehangatan kromatik ini melahirkan resonansi emosional yang kontemplatif, merefleksikan identitas visual seniman yang memadukan ekspresionisme, semi-abstrak, dan simbolisme liris secara konsisten.

Ditinjau dari perspektif kuratorial dan pasar seni, Tri Hadian memegang reputasi solid di kalangan kolektor berkat konsistensi keterbukaan proses artistiknya di berbagai ruang pamer independen maupun platform digital. Lahir di era kontemporer, karya ini merefleksikan kegelisahan eksistensial manusia pasca-modern di tengah pesatnya laju urbanisasi yang tetap mendambakan jangkar spiritual. Dengan kondisi fisik yang prima (mint condition) serta stabilitas pigmen akrilik berkualitas tinggi yang bebas dari risiko kerapuhan cat minyak klasik, karya ini memiliki signifikansi wacana yang kuat sekaligus prospek apresiasi nilai yang menjanjikan dalam portofolio investasi seni rupa.


Galeri Rumah Bambu Pinang Ranti
Muhammad Afdhal Madah


Next Project

Back To Top
Theme Mode