Ulasan Lukisan Burn Borneo on the Table
Lukisan berjudul “Burn Borneo on the Table” karya Kang Tri Hadian menyajikan kontras visual yang kuat melalui benturan komposisi objek domestik dan gestur ekspresif. Secara visual, karya ini menghadirkan perspektif dari atas sebuah meja yang memuat beberapa cangkir hitam berserta piring tatakannya, asbak dengan sebatang rokok menyala, serta sapuan warna oranye membara dan putih yang mengepung permukaan latar abu-abu kecokelatan.
Penguasaan teknis ditunjukkan lewat penggunaan pahatan cat tebal (impasto) yang ekspresif dan dinamis, di mana sapuan pisau palet membentangkan warna oranye bak kobaran api yang membakar bidang gambar, sementara objek-objek utama dibentuk tegas dengan cat hitam dan putih yang kontras. Secara konseptual dan emosional, lukisan ini menyampaikan pesan kritik sosial yang tajam tentang keputusan-keputusan besar terkait nasib eksploitasi alam serta kebakaran hutan Borneo (Kalimantan) yang sering kali disepakati secara santai di meja perundingan, diiringi obrolan kopi dan rokok. Ketegangan antara keheningan objek meja dan kekacauan kobaran warna di sekelilingnya memicu kegelisahan emosional atas ketidakpedulian manusia terhadap kehancuran lingkungan.
Dalam konteks kuratorial dan komersial, karya ini memiliki daya pikat yang tinggi bagi para kolektor seni kontemporer karena berhasil menyuarakan isu ekologis universal yang sangat relevan dengan pendekatan gaya ekspresionisme yang berani, menjadikannya bernilai secara wacana seni maupun investasi pasar.
Galeri Rumah Bambu Pinang Ranti
Muhammad Afdhal Madah

