Ulasan Lukisan
Lukisan karya Kang Tri Hadian ini menampilkan kawanan ikan koi dalam komposisi radial melingkar yang dinamis, berpusar mengitari titik terang di bagian tengah kanvas layaknya pusaran air atau pantulan cahaya dari atas permukaan. Struktur visualnya dibangun di atas kontras suhu warna yang harmonis, mempertemukan dominasi latar air biru toska yang tenang dengan letupan warna hangat merah menyala, putih, dan hitam pada tubuh-tubuh ikan. Alih-alih mengandalkan garis kontur linier dan gradasi halus chiaroscuro konvensional, bentuk-bentuk ikan koi disederhanakan secara semi-abstrak melalui pertemuan blok-blok warna dan pantulan cahaya yang spontan, menghadirkan ilusi kedalaman ruang serta ritme sentrifugal yang hidup.
Kekuatan teknis karya ini bertumpu pada penguasaan teknik impasto tebal yang sangat berani dan taktil, di mana sapuan pisau palet dan kuas kaku menghasilkan tekstur timbul yang menyerupai riak gelombang air bergolak. Pelukis memperlihatkan kepiawaian dalam mengolah kekentalan cat bertekstur berat tanpa membuat percampuran warna menjadi keruh, didukung oleh kanvas dan lapisan dasar yang kokoh untuk menopang massa cat yang masif. Pendekatan ekspresionistik ini berhasil mendobrak klise lukisan koi tradisional yang cenderung halus dan dekoratif, mengubah subjek klasik tersebut menjadi ruang eksplorasi gestural yang sarat energi kinetik.
Secara konseptual, formasi melingkar kawanan koi yang sarat simbolisme filosofi Timur tentang siklus kehidupan, ketekunan, dan harmoni semesta ini memicu resonansi emosional yang memadukan keheningan kontemplatif elemen air dengan gairah hidup yang membara. Dari kacamata kuratorial dan pasar seni rupa kontemporer, karya ini merefleksikan kerinduan akan otentisitas sentuhan fisik pelukis di tengah era visual modern yang serba mulus. Popularitas tema yang dipadu dengan bahasa visual ekspresif-taktil khas Kang Tri Hadian menjadikan karya ini memiliki daya tarik koleksi yang tinggi, dengan catatan konservasi yang memerlukan perlindungan ruang berdebu agar celah-celah tekstur impasto tetap terjaga keutuhannya dalam jangka panjang.
Galeri Rumah Bambu Pinang Ranti
Muhammad Afdhal Madah

